<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pojok Pak Direktur &#8211; CV. Alharamain Lombok</title>
	<atom:link href="https://alharamainlombok.com/category/pojok-pak-direktur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alharamainlombok.com</link>
	<description>Penerbit Buku CV. Alharamain Lombok</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2022 07:27:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/alharamainlombok.com/wp-content/uploads/2022/11/cropped-cropped-Logo-Penerbit-Al-Haramain-Lombok.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pojok Pak Direktur &#8211; CV. Alharamain Lombok</title>
	<link>https://alharamainlombok.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210484498</site>	<item>
		<title>7 Cara Menulis yang Baik dan Benar Agar Karya Cemerlang</title>
		<link>https://alharamainlombok.com/7-cara-menulis-yang-baik-dan-benar-agar-karya-cemerlang/</link>
					<comments>https://alharamainlombok.com/7-cara-menulis-yang-baik-dan-benar-agar-karya-cemerlang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 07:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Pak Direktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alharamainlombok.com/?p=1468</guid>

					<description><![CDATA[Yang pasti, tidak asal mengetik. Pekerjaan sehari-hari sering kali mengharuskan kita menulis, baik sesederhana to-do list, menulis cerita fiksi yang butuh imajinasi tinggi, sampai karya ilmiah yang rumit dan mendetail. Namun, adakalanya proses kreatif dari menulis tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ide sulit dituangkan menjadi kata-kata, bingung mau mulai dari mana, maupun tulisan ternyata tidak enak &#8230;<p class="read-more"> <a class="" href="https://alharamainlombok.com/7-cara-menulis-yang-baik-dan-benar-agar-karya-cemerlang/"> <span class="screen-reader-text">7 Cara Menulis yang Baik dan Benar Agar Karya Cemerlang</span> Selengkapnya &#187;</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<header class="entry-header">
<p class="entry-title text-center">
</header>
<div class="entry-content">
<p><strong><a href="https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-176343076 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled" src="https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?resize=500%2C500" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" srcset="https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w" alt="Cara Menulis yang Baik dan Benar " width="500" height="500" data-attachment-id="176343076" data-permalink="https://blog.sittakarina.com/cara-menulis-yang-baik-dan-benar/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar/" data-orig-file="https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?fit=500%2C500&amp;ssl=1" data-orig-size="500,500" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar" data-image-description="" data-medium-file="https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?fit=300%2C300&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/blog.sittakarina.com/assets/uploads/2019/03/blog-sitta-karina-cara-menulis-yang-baik-dan-benar.jpg?fit=500%2C500&amp;ssl=1" data-recalc-dims="1" data-lazy-loaded="1" /></a>Yang pasti, tidak asal mengetik.</strong><span id="more-176343072"></span></p>
<p>Pekerjaan sehari-hari sering kali mengharuskan kita menulis, baik sesederhana <em>to-do list, </em>menulis cerita fiksi yang butuh imajinasi tinggi, sampai karya ilmiah yang rumit dan mendetail.</p>
<p>Namun, adakalanya proses kreatif dari menulis tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.</p>
<p>Ide sulit dituangkan menjadi kata-kata, bingung mau mulai dari mana, maupun tulisan ternyata tidak enak dibaca. Semua itu pada akhirnya malah membuat kita <em>stuck </em>dan bengong di depan komputer!</p>
<p>Menulis yang baik dan benar tak lain adalah menulis efektif.</p>
<blockquote><p><strong>Dengan menerapkan cara menulis efektif, tak hanya hasil akhir cemerlang, tenggat waktu pun dapat terpenuhi.</strong></p></blockquote>
<p>Masalahnya, seperti apa yang disebut cara menulis seperti itu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apakah penulis harus sepenuhnya mengikuti kaidah-kaidah PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia?</p>
<p>Atau, masih ada kelonggaran dalam beberapa kondisi, terutama saat menyusun karya tulis nonformal?</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Cara Menulis yang Baik dan Benar</h3>
<p>Melatih menulis efektif butuh waktu.</p>
<p>Dan seperti halnya kebiasaan seorang penulis, cara menulis yang baik dan benar dimulai dengan sering berlatih menulis untuk mengasah kepekaan, mengolah ide, merangkai kata, dan tetap sabar dalam merevisi karyanya.</p>
<blockquote><p><strong>Menulis yang baik dan benar sebenarnya cara mengkomunikasikan pesan melalui tulisan tepat sasaran ke pembaca  tertentu.</strong></p></blockquote>
<p>Lantas, bagaimana cara melakukan ini sehingga tercipta karya tulis yang cemerlang?</p>
<h3>1. Banyak membaca</h3>
<p>Sering membaca membuat kita jadi terbiasa dengan kata dan makna. Sulit bagi penulis mengembangkan keterampilan menulisnya jika ia tidak doyan membaca—dan menulis—setiap hari.</p>
<h3>2. Kumpulkan dan olah ide</h3>
<p>Kapan pun dan di mana pun, penulis tidak pernah berhenti <a href="https://blog.sittakarina.com/bagaimana-memilih-ide-cerita/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">menangkap, mengumpulkan, dan mengolah ide</a>. Agar tidak menguap dan terlupakan begitu saja, selalu tulis begitu ide muncul di kepala.</p>
<h3>3. Tentukan topik secara jelas</h3>
<p>Kumpulkan data dan lakukan riset mendalam sebelumnya. Dengan begitu, kita tahu topik apa yang ingin dibahas dalam tulisan dan dapat menyusun kerangkanya secara terperinci.</p>
<h3>4. Gunakan kata-kata simpel</h3>
<p>Dahulukan penggunaan kata sederhana daripada yang rumit dan membuat pembaca mengernyitkan dahi. Kecuali, jika kata yang lebih rumit ternyata memberikan makna lebih spesifik, sesuai kebutuhan tulisan.</p>
<h3>5. Buat kalimat pendek</h3>
<p>Menyusun kalimat serta paragraf pendek menjadikan tulisan lebih mudah dimengerti dan, tentunya, jadi lebih nyaman dibaca.</p>
<h3>6. Jangan bertele-tele</h3>
<p>Kalimat serta paragraf panjang yang memuat penjelasan bertele-tele, pada akhirnya berpotensi menjadikan pembahasan melebar ke mana-mana. Ingat, bercerita sesuai lingkup topik.</p>
<h3>7. Edit dan revisi—berkali-kali</h3>
<p>Pernah dengar istilah <em>“write drunk, edit sober”</em>? Nah, proses editing perlu dilakukan secara jeli dan mendetail. Gunakan pedoman berbahasa seperti <a href="http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/produk/1998" target="_blank" rel="noopener noreferrer">PUEBI</a>. Lakukan proses ini berulang kali (lebih baik lagi, gunakan jasa editor lepas) sampai tulisan menjadi mengilap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada penulis maupun karya yang sempurna.</p>
<p>Namun, kita selalu memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampun menulis sehingga dapat menelurkan karya yang lebih baik dari waktu ke waktu.</p>
<p>Dari kumpulan cara menulis di atas, mana yang paling menantang untuk dilakukan?</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alharamainlombok.com/7-cara-menulis-yang-baik-dan-benar-agar-karya-cemerlang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1468</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Langkah Mudah Jadi Penulis untuk Pemula</title>
		<link>https://alharamainlombok.com/10-langkah-mudah-jadi-penulis-untuk-pemula/</link>
					<comments>https://alharamainlombok.com/10-langkah-mudah-jadi-penulis-untuk-pemula/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 07:05:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Pak Direktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alharamainlombok.com/?p=1442</guid>

					<description><![CDATA[10 Langkah Mudah Jadi Penulis untuk Pemula Kalau kamu ditanya bisa nulis atau nggak? Jawabannya tentu saja bisa. Semua orang bisa menulis, pertanyaan yang lebih tepat adalah “Bisakah kamu menjadi seorang penulis profesional?” Profesional di sini maksudnya adalah menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah profesi/pekerjaan. Menghasilkan karya yang dikenal khalayak luas atau mempunyai buku sendiri. Kalau &#8230;<p class="read-more"> <a class="" href="https://alharamainlombok.com/10-langkah-mudah-jadi-penulis-untuk-pemula/"> <span class="screen-reader-text">10 Langkah Mudah Jadi Penulis untuk Pemula</span> Selengkapnya &#187;</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<header id="masthead" class="site-header clearfix">
<div class="header-post-title-container clearfix">
<div class="inner-wrap">
<div class="post-title-wrapper">
<h1 class="header-post-title-class">10 Langkah Mudah Jadi Penulis untuk Pemula</h1>
</div>
</div>
</div>
</header>
<div id="main" class="clearfix">
<div class="inner-wrap">
<div id="primary">
<div id="content" class="clearfix">
<article id="post-72" class="post-72 post type-post status-publish format-image has-post-thumbnail hentry category-artikel category-featured tag-endik-koeswoyo tag-love-for-sale tag-menjadi-penulis tag-penulis tag-tips-jadi-penulis tag-tips-penulis post_format-post-format-image">
<div class="entry-content clearfix">
<p>Kalau kamu ditanya bisa nulis atau nggak? Jawabannya tentu saja bisa. Semua orang bisa menulis, pertanyaan yang lebih tepat adalah “Bisakah kamu menjadi seorang penulis profesional?” Profesional di sini maksudnya adalah menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah profesi/pekerjaan. Menghasilkan karya yang dikenal khalayak luas atau mempunyai buku sendiri.</p>
<p>Kalau kamu mau menjadi seorang penulis, sepertinya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Endik Koeswoyo, selaku penulis novel <em><a href="https://mizanstore.com/love_for_sale_60375">Love for Sale</a></em> dan skenario film layar lebar <em>Me &amp; You Vs The World</em> (2014), <em>Say I Love You (2019), Melodylan</em> (2019 ) dan <em>Erau Kota Raja</em> (2015) membagikan tipsnya.</p>
<h4><strong>1. Rajin Menulis</strong></h4>
<p>Pertama ya tentu kamu harus terus mengasah kemampuanmu dengan menulis dan menulis. Bagaimana mungkin kamu bisa menghasilkan tulisan yang bagus kalau menulis saja kamu malas? Menulis bisa di mana saja, apalagi di era digital saat ini, kamu bisa langsung menuangkan ide tulisanmu di ponsel yang kamu miliki dan mengembangkannya menjadi sebuah tulisan yang utuh.</p>
<p><img decoding="async" class=" wp-image-9161 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/1.png?resize=380%2C256&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 380px) 100vw, 380px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/1.png?resize=380%2C256&#038;ssl=1 747w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/1-300x202.png 300w" alt="" width="380" height="256" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4></h4>
<h4><strong>2. Jangan Takut untuk Memulai</strong></h4>
<p>Kedua, jangan takut untuk memulai, tulis apa yang kamu pikirkan, tuangkan semuanya. Baca ulang kembali tulisanmu atau berikan ke orang terdekat untuk dia baca. Dari situ kamu akan tahu di mana letak kekurangan dari tulisanmu. Jangan takut untuk dikritik untuk hal yang lebih baik.</p>
<p><img decoding="async" class=" wp-image-9123 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/2Presentation1.jpg?resize=344%2C258&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/2Presentation1.jpg?resize=344%2C258&#038;ssl=1 960w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/2Presentation1-300x225.jpg 300w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/2Presentation1-768x576.jpg 768w" alt="" width="344" height="258" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4></h4>
<h4><strong>3. Jangan Berhenti Belajar</strong></h4>
<p>Belajar apa? Ada banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi penulis. Pertama: Belajar tanda baca! Hal ini dianggap sepele namun ternyata tanda baca sangat penting. Kapan titik, kapan koma, dan kapan harus besar dan huruf kecil. Kedua: Belajar untuk merangkai kata. Kata seperti apa? Tergantung sekmentasi buku apa yang kita tulis. Kalau fiksi emang harus mau belajar berhayal. Intinya adalah belajar untuk memperpanjang kata, contoh: <em>“saya menghadap kebarat!”</em> Kata itu harus dibuat menarik ketika kita menulis fiksi. Semisal diubah dengan kata demikian: <em>“Ketika awan diufuk barat mulai menguning, aku terdiam terpaku menatap semburatan cahayanya, terpaku diam tak bergerak. Lidahku kelu dan hatiku beku.</em> <em>Otakku enggan untuk berpaling menghadap arah yang berlawanan”.</em> Nah mengertikan maksudnya? Belajar untuk merangkai kata. Nggak susah kok kalau sering dipraktekkan. Ketiga: Belajar membaca, lah kok malah belajar membaca? Ya iyalah, dengan membaca kita akan kaya dengan berbagai macam ide dan wawasan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9169 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/3.png?resize=395%2C221&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 395px) 100vw, 395px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/3.png?resize=395%2C221&#038;ssl=1 893w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/3-300x168.png 300w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/3-768x430.png 768w" alt="" width="395" height="221" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>4. Perhatikan Kebijakan Penerbit</strong></h4>
<p>Penerbit punya beberapa syarat untuk menerbitkan sebuah naskah. Salah satu hal yang paling sering dijadikan alasan penerbit tidak menerbitkan naskah kita adalah masalah pasar. Pasar yang menentukan dan penerbit tentunya punya pandangan tersendiri dari pada apa yang dinamakan pasar. Penyakit penulis pemula adalah rasa percaya diri yang terlalu tinggi. Mereka menganggap tulisannya adalah karya terbaik dan akan menajdi karya yang bestseller! Namun jangan salah! Itulah penyakit penulis pemula. Egois! Jika mau menerbitkan buku, sebaiknya<em> sharing</em>-lah dengan editor.  Biasanya jika tertarik dengan naskah atau gaya penulisan kita, penerbit akan memberikan banyak masukan. Bahkan tidak jarang penerbit yang memesan sebuah tulisan pada salah satu penulis yang dianggapnya mempunyai karakter dan mempunyai gaya tulisan yang unik serta MENJUAL. Jika penerbit punya saran dan ide, sebaiknya pertimbangkan dan ikutilah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9126 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/4Capture-1.png?resize=397%2C260&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 397px) 100vw, 397px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/4Capture-1.png?resize=397%2C260&#038;ssl=1 759w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/4Capture-1-300x196.png 300w" alt="" width="397" height="260" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4></h4>
<h4><strong>5. Tidak Mudah Putus Asa</strong></h4>
<p>Jangan putus asa jika naskahmu ditolak penerbit!  Karena apa? Karena tidak sesuai dengan tema naskah yang dicari oleh penerbit. Jika ditolak oleh penerbit A, belum tentu naskah kita akan ditolak oleh penerbit B. Makanya jangan langsung putus asa apalagi bunuh diri gara-gara naskah kita di tolak. Ada ratusan penerbit di Indonesia yang siap menerbitkan buku-buku kamu. Justru penolakan-penolakan itu membuatmu belajar untuk memperbaiki tulisanmu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9120 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/Capture-1.png?resize=395%2C260&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 395px) 100vw, 395px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/Capture-1.png?resize=395%2C260&#038;ssl=1 908w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/Capture-1-300x197.png 300w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/Capture-1-768x505.png 768w" alt="" width="395" height="260" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4>6. Biar Nggak Mati Ide</h4>
<p>Menurut Endik Koeswoyo, pertama: yakin! Kita harus yakin ketika menemukan ide dan hendak menuliskan ide itu. Kedua: Ritme penulisan harus benar. Intinya hilangnya ide dikarenakan pola menulis yang salah. Misal, kita sehari semalam menghadapi komputer untuk menulis. Tentulah ide akan habis. Caranya? Jika trik  satu novel setebal 150 halaman harus selesai dalam 1 bulan. Jika sehari menulis 10 halaman, maka dalam 15 hari saja novel itu selesai. Kapan kita menulis? Bangun tidur 3 halaman lalu mandi dan menulis lagi 2 halaman, selanjutnya beraktivitas, main, sekolah, belajar dll. Mau tidur 5 halaman. Selesailah 10 halaman dalam waktu 24 jam. Ketiga: Saat menulis trus<em> blank</em>? Berhentilah menulis, baca ulang catatan yang pernah dibuat soal ide dasar cerita itu. Jika masih <em>blank</em> juga, lakukan aktivitas lain.  Keempat: Mengunci ide itu sendiri. Ide datangnya bisa kapan saja. Namun jika ide datang bertubi-tubi? Lupakan yang lain dan fokuskan pada satu ide yang sedang kita tulis.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9162 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/6.png?resize=389%2C291&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 389px) 100vw, 389px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/6.png?resize=389%2C291&#038;ssl=1 666w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/6-300x224.png 300w" alt="" width="389" height="291" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4><strong>7. Membaca Pasar.</strong></h4>
<p>Membaca pasar bukanlah tugas penerbit doang! Ternyata penulis juga wajib hukumnya untuk jalan-jalan ke toko buku dan melihat buku apa yang paling laris. Jika temanya sama dengan apa yang kita tulis, saya yakin semangat akan kembali membara. Membaca pasar sebenarnya sederhana, bisa langsung ke toko buku atau tanya pada temen atau baca berita. Selain untuk menumbuhkan semangat, membaca pasar akan membuat kita merasa semakin pede. Karena tema yang kita tulis lagi disukai banyak orang. Apalagi sekarang ini teknologi semakin canggih, kamu bisa melihat di media sosial para penerbit Indonesia, buku-buku apa yang lagi best seller.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9181 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/7.png?resize=393%2C263&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/7.png?resize=393%2C263&#038;ssl=1 772w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/7-300x201.png 300w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2019/10/7-768x514.png 768w" alt="" width="393" height="263" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4><strong>8. Menjalin Hubungan Dengan Editor.</strong></h4>
<p>Jangan anggap sepele yang namanya editor. Kalau kita sudah pernah ketemu, tukeran email atau nomer telpon maka jangan lupa untuk menyapanya. Seminggu sekali mungkin waktu yang tepat. Menanyakan kabar atau memberitakukan perkembangan tentang buku yang sedang kita tulis. Sederhana saja initinya. Faktor kedekatan akan menumbuhkan rasa simpati dan menghargai. Editor juga manusia kok!</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9160 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/1.jpg?resize=387%2C258&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 387px) 100vw, 387px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/1.jpg?resize=387%2C258&#038;ssl=1 750w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/1-300x200.jpg 300w" alt="" width="387" height="258" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4><strong>9. Belajar Dari Pengalaman.</strong></h4>
<p>Dari mana cerita bagus itu muncul? Dari pengalaman nyata yang digaungkan dengan imajinasi. Belajar dari pengalaman memang bermanfaat dalam segala hal. Urusan cintapun, kalau belajar dari pengalam rasanya kita tidak akan merasakan sakit yang kedua kali. Menulispun juga begitu. Pengalaman adalah guru terbaik, tapi pengalaman orang lain adalah guru paling baik. Apa saja yang bisa kita perbuat dengan pengalaman dalam dunia penulisan? Banyak banget! Jika hari ini kita tidak bisa menulis 10 halaman, cari tau apa sebabnya. Koreksi diri dan hindarilah melakukan hal yang sama.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9163 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/9.png?resize=379%2C253&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 379px) 100vw, 379px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/9.png?resize=379%2C253&#038;ssl=1 753w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/9-300x200.png 300w" alt="" width="379" height="253" data-recalc-dims="1" /></p>
<h4></h4>
<h4><strong>10. Melihat Hasil Finasial ke Depan.</strong></h4>
<p>Kenapa langkah ini perlu dipertimbangkan? Manusia adalah manusia.  Nggak mungkin kita nggak butuh uang untuk bertahan hidup. Menulis, walau tidak banyak –sebagian memang menghasilkan uang yang sangat banyak- namun hasilnya bisa dibilang lebih dari cukup. Contoh: JK Rawing, penulisnya Harry Porter sempat mau bunuh diri sebelum menjadi penulis, karena dia sangat miskin. Sekarang? Dia menjadi penulis paling kaya di dunia. AAC? Taukan Ayat-Ayat Cinta? Novelnya bestseller, filmnya? Meledak dibioskop!  Belum lagi Andrea Hirata, Dee Lestari, dan sederet penulis lainnya yang sukses dengan buku-buku yang ditulisnya dan beberapa juga diangkat ke layar lebar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-9164 aligncenter" src="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/10.png?resize=354%2C254&#038;ssl=1" sizes="(max-width: 354px) 100vw, 354px" srcset="https://i0.wp.com/blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/10.png?resize=354%2C254&#038;ssl=1 693w, https://blog.mizanstore.com/wp-content/uploads/2016/09/10-300x215.png 300w" alt="" width="354" height="254" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagaimana? Mau jadi penulis profesional? Sepertinya beberapa hal penting untuk kamu pikirkan matang-matang. Menjadi penulis bukan hanya menghasilkan karya buku saja lho! Tapi juga penulis skenario film, penulis puisi (penyair). Cakupannya sangat luas. Yuk menulis!</p>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alharamainlombok.com/10-langkah-mudah-jadi-penulis-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1442</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Takallam! Bicaralah!</title>
		<link>https://alharamainlombok.com/books/takallam-bicaralah/</link>
					<comments>https://alharamainlombok.com/books/takallam-bicaralah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 06:11:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Pak Direktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alharamainlombok.com/?post_type=books&#038;p=1375</guid>

					<description><![CDATA[Penulis: Muhammad Ropi&#8217;i, QH ISBN: 978-602-73612-4-9 Tahun Terbit: 2016 Ukuran: 14 x 21 cm Tebal: xviii + 184 halaman Kertas Isi: Bookpaper 72 gr Kertas Cover: Ivory 260 gr Harga: ?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<table>
<tbody>
<tr>
<td width="332">Penulis: Muhammad Ropi&#8217;i, QH</p>
<p>ISBN: 978-602-73612-4-9</p>
<p>Tahun Terbit: 2016</p>
<p>Ukuran: 14 x 21 cm</p>
<p>Tebal: xviii + 184 halaman</p>
<p>Kertas Isi: Bookpaper 72 gr</p>
<p>Kertas Cover: Ivory 260 gr</p>
<p>Harga: ?</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alharamainlombok.com/books/takallam-bicaralah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1375</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
